jump to navigation

Pengalaman Jati Diri Desember 20, 2009

Posted by khaystudio in mengembalikan jati diri bangsa.
Tag:, , , , , , ,
trackback

Tak terasa lomba seo Mengembalikan Jati Diri Bangsa telah memasuki babak akhir. Segala cara tlah dilakukan untuk mengembalikan posisi jati diri bangsa  ke tempat teratas Google SERPs. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, akhirnya inilah hasil maksimal sementara yang bisa saya dapatkan, terpaku di urutan ke-2.

Lomba SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa menjadi salah satu pengalaman saya dalam mencoba peruntung di google serps. Mampukah sy mengembalikan jati diri bangsa?

Namun sejauh ini hasil yang telah dicapai – hingga hari ke-159  telah sesuai dengan target. Masuk kelompok 10 besar. Pencapaian ini tentu merupakan hasil maksimal yang bisa diraih untuk blogger sekelas saya yang notabene masih pemula dalam berbagai ajang kontes seo.

Pembelajaran dalam mengikuti kontes ini sangat positif. Manfaat terbesar ikut kontes seo tentu saja semakin banyaknya jumlah teman maya yang didapat. Hal ini karena kita giat melakukan kegiatan link building. Sambil menyelam minum air. Perumpaan ini sangat pas bila dikaitkan antara kegiatan link building dengan misi untuk mendekatkan diri pada sahabat sahabat baru. Jadi bisa dikatakan bahwa mengikuti kontes seo Mengembalikan Jati Diri Bangsa dapat menjalin persahabatan yang lebih erat antar blogger tanah air. Inilah hasil yang nyata hingga hari ke-150

Ditengah-tengah kesibukan sehari-hari, saya harus menyisihkan sedikit waktu untuk melakukan optimasi ala kadarnya. Meski harus ngenet via warnet, hal itu tidak menyurutkan niat awal untuk tetap konsisten berpartisipasi dalam kontes ini. Meski saya tahu biaya kontes seo ini sangatlah besar bagi blogger spt saya. Apalagi saya juga sempat down beberapa hari setelah misi untuk mengembalikan keyword yang hilang tidak jua berhasil. Google kejam banged yak.

Banyak pihak yang memandang kontes kali ini dengan nada sumbang. Hal itu berkaitan dengan kata kunci yang tidak relevan -menurut mereka dengan realita yang ada. Kata-kata bangsa semestinya tidak disertakan dalam kata kunci. Toh saya tetap positive thinking. Tekad, Nekad Mengembalikan Jati Diri Bangsa khususnya memperbaikai jati diri sendiri tetap terjaga dengan baik dan tersimpan rapi di relung hati terdalam yang pada akhirnya dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Lebayy…!!!

Dukungan moral tak henti-hentinya diberikan oleh sahabat untuk memompa semangat juang saya. Meski mereka bukanlah Team Sukses Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Saya jelas tidak punya team sukses. Karena saya tidak punya usaha yang punya ribuan downline dan mengiming-imingi para member dengan e-book bila saya menang kontes seo. Saya tidak bisa seperti itu. Kalaupun ada beberapa pingback yang masuk hal itu atas keridhoan para sahabat dalam memberikan support dalam bentuk nyata. Tak ada yang melarang orang untuk berbuat baik, bukan? Terima kasih untuk para sahabat. You rock man… lebaii lagi.

Sebuah pengalaman telah terukr indah. Dicatat dalam ‘buku harian’ yang tak lekang dimakan jaman. Pengalaman adalah guru yang paling berharga atau kalau orang bule bilang experience is the best teacher. Yupz tepat sekali. Mengembalikan Jati Diri Bangsa Sebuah Pengalaman tentu ada benarnya. Pribadi kita akan semakin matang seiring dengan bertambahnya pengalaman hidup yang kita alami. Setuju khan?!

Banyak amal banyak rejeki. Begitulah orang bijak berkata. Meski saya tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama didepan monitor, setidaknya satu langkah yang bermanfaat telah saya ukir melalui Yayasan Amal Untuk Bangsa. Sedikit banyaknya amal yang telah kita tanam tetap akan mendapatkan pahala disisinya. Begitupun sebaliknya. Dalam rangka mewujudkan misi untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa saya sempat membuatkan sebuah situs murah untuk Panti Asuhan di bilangan Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Mudah-mudahan dengan lahirnya situs Panti Asuhan itu pengelola dapat bekerja secara maksimal untuk mendapatkan donator baru demi kelangsungan hidup yayasan amal tersebut.

Tema yang saya angkat dalam kontes lomba kali ini adalah Pengemis. Tepatnya Mengembalikan Jati Diri Bangsa dan Pengemis. Tidak ada maksud untuk menyinggung para pengemis. Tidak sama sekali. Aku hanya berpegang teguh pada Fatwa MUI yang mengatakan bahwa mengemis itu haram. Meski MUI tidak mengatakan bahwa memberikan sedekah kepada pengemis itu haram hukumnya. Untuk itu kita tetap harus mengulurkan tangan kepada mereka sebagai bentuk pertolongan kepada saudara-saudara kita yang nasibnya tidak seberuntung kita. Bukankah kita tahu bahwa sesama muslim itu bersaudara?

Tetaplah memberikan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan karena dengan begitu kita akan tetap dapat mengasah rasa kepedulian kita terhadap sesama. Mensyukuri segala nikmat, sekecil apapun nikmat itu kemudian berbagai bersama adalah sisi positif yang dapat kita ambil dari kehadiran pengemis disekita kita. Selamat siang sahabat semuanya. Selamat siang Khai, selamat Mengembalikan Jati Diri Bangsa yang tidak tidak hilang -lolz



Komentar»

   1. pligg.com - Desember 21, 2009

Pengalaman Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa…

Tak terasa lomba seo Mengembalikan Jati Diri Bangsa telah memasuki babak akhir. Segala cara tlah dilakukan untuk mengembalikan posisi jati diri bangsa ke tempat teratas Google SERPs. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, akhirnya inila…

   2. memburu.info - Desember 21, 2009

Pengalaman Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa…

Tak terasa lomba seo Mengembalikan Jati Diri Bangsa telah memasuki babak akhir. Segala cara tlah dilakukan untuk mengembalikan posisi jati diri bangsa ke tempat teratas Google SERPs. Namun karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, akhirnya inila…